LABB Luncurkan Cetakan Kedua “Ruhut-Ruhut Adat Batak Toba di Jabodetabek”: Adat Harus Hidup, Bukan Jadi Beban

suaratapian.com-Lokus Adat Budaya Batak, LABB, secara resmi meluncurkan dan membedah cetakan kedua buku “Ruhut-Ruhut Adat Batak Toba di Jabodetabek” pada Kamis, 25/6/2026 di Jakarta. Mengusung tema “Refleksi Budaya Batak di Era Modern”, forum ini menjadi ruang kritis bagi para pemangku adat untuk menjawab satu pertanyaan yang kian mendesak: Bagaimana adat Batak bertahan ketika urbanisasi, biaya, dan waktu menjadi musuh utama di rantau? Hadir sebagai tamu kehormatan, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, memberikan bobot negara pada diskursus yang selama ini kerap hanya dibicarakan di tenda pesta.

Cetakan kedua buku ini bukan sekadar reprint. Ia lahir dari kegelisahan kolektif: pelaksanaan adat Toba yang berakar pada sistem kekerabatan, dalihan na tolu, dan tahapan ritual, sering kali terasa “berat” di Jabodetabek.

Biaya puluhan juta, waktu yang harus diambil dari kerja, serta kompleksitas aturan, membuat sebagian generasi muda memilih menunda, menyederhanakan, bahkan meninggalkan pesta adat.

“Jika adat tidak bisa dijalankan, maka ia akan ditinggalkan,” menjadi benang merah diskusi. Karena itu, LABB mendorong pembacaan ulang terhadap ruhut-ruhut, tata aturan adat, tanpa memangkas nilai esensialnya.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − eight =