Pdt. Dr. Robinson Butarbutar; “Iman Memampukan Kita Menghadapi Masalah Seberat Apapun”

Beberapa tokoh ekonomi memprediksi tahun depan, tahun 2023 akan ada krisis monitor. Apa pesan suara kenabian dari ephorus, agar umat, terutama umat Kristen, HKBP, tidak ketakutan menghadapi tahun-tahun yang akan datang?

Iya, begini. Memang ekonom kaliber dunia sudah memprediksi akibat perang Rusia terhadap Ukraina, dan juga dampaknya kepada krisis pangan, ekonomi akan terjadi resesi-resesi ekonomi. Iya, itu tidak disebutkan oleh presiden kita saja, tokoh-tokoh ekonomi sedunia itu juga sudah mengutarakannya. Nah, itu adalah fakta yang harus kita hadapi. Kita sebagai orang-orang yang memiliki keyakinan pada Tuhan, yang maha kuasa, Yang Maha Kasih, yang selalu siap mendampingi kita menghadapi masalah-masalah, menghadapi tantangan yang ada di sejarah kemanusiaan. Iya kita memiliki keyakinan itu, karena itu, kita tidak boleh hidup dalam ketakutan, atau membawa pesan pesimisme, pesan ketakutan. Tetapi sebagai kekristenan kita harus terus membawa semangat yang optimis.

Tetapi itu tidak hanya kata-kata, kalau kawan-kawan di Jerman itu mereka melakukan dua cara. Satu, adalah dengan saving sparn (menabung), iya menyimpan, karena akan datang musim kering. Istilahnya, iya. Jadi, kita harus berusaha mempersiapkan diri kita supaya pada waktu masa kering datang, kita punya ketahanan. Iya ketahanan. Makanya pemerintah kita bangun apa food estate di berbagai provinsi supaya kita punya ketahanan.

Itu satu, sparen supaya kita dapat bertahan, tetapi yang kedua, iya kan, kita ini gereja, kita disemangati oleh teologi yang mengatakan, kita adalah satu, kita harus saling mendukung. Kalau ada yang paling ditekan oleh resesi ekonomi itu, kita harus saling membantu, menopang, dan itu yang dikembangkan oleh apa sentralisasi tadi, bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu yang berat.

Kekristenan punya roh itu, sehingga semua nanti warga kita saling membantu. Sama seperti masa covid, kita saling membantu. Ini lagi nanti resesi ekonomi. Itu yang kedua. Tetapi yang ketiga, kita harus mengandalkan iman. “Iman itu memampukan kita menghadapi masalah seberat apapun.” Dan itu kita perlu bertahan, jangan cepat menyerah, jangan cepat pesimis, jangan cepat bunuh diri karena masalah yang terlalu berat.

Nah, iman bahwa Tuhan akan mengeluarkan kita membawa kita keluar dari masalah-masalah ini, yang ketiga, yang harus kita lakukan sebagai gereja, sebagai hamba-hamba Tuhan. Maka saya bilang kepada kaum-kaum pendeta, jangan bawa pesan pesimisme, tetapi bawalah pesan harapan, karena itulah sebabnya Kristus datang untuk membawa kabar baik. Iya, membawa kita dilepaskan dari ketakutan-ketakutan yang datang dan Dia membebaskan kita lewat pengorbananNya.

Kita contoh pengorbanan Yesus, sehingga kawan-kawan yang terpapar gara-gara resesi ekonomi ini, kita harus memiliki semangat pengorbanan untuk menolong mereka. Itulah yang kekristenan tawarkan dan HKBP cukup kuat, dari dulu melakukan aksi-aksi solidaritas, aksi-aksi diakonia pada saat-saat ketika umat manusia, kawan kita ditekan oleh kuasa-kuasa yang kelihatan maupun kuasa yang tidak kelihatan. Kira-kira begitu, iya, terima kasih. (HM)

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 + 5 =