Potsdam Hutasoit, Tokoh Batak Nasional Buah-buah Pikiran untuk HKBP (Jelang 160 Tahun HKBP, Seharusnya Lebih Mandiri)
Potsdam juga menegaskan orientasi pelayanan HKBP tidak bisa dilepaskan dari budaya Batak, disinilah para parhobas/pendeta HKBP dituntut harus mampu mensinergikan pardigma dalihan natolu dengan dogma kekristenan agar tugas penjemaatan bisa terlasana dengan baik. “Saya bersyukur sampai saat ini HKBP masih mampu mempertahankan nilai-nilai Habatahon dalam pelayanannya, dan disinilah kemampuan para pengelola HKBP dituntut untuk lebih cerdik dan bijak dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” kata Potsdam. Ia mengingatkan sejarah di tahun 1964, 1965 dimana GKPI dan GKPS serta terakhir HKBP Simerkata Pakpak dan HKBP Angkola memisahkan diri dan membentuk otonomi gereja sendiri akibat ketidak-mampuan pimpinan HKBP menjemaati/merangkul seluruh sub-etnis yang ada di HKBP. Dan disinilah awal benih-benih pertikaian itu bertumbuh.
Untuk kemandirian HKBP di masa mendatang, mantan aktifis pemuda dan pejabat di Kemendagri ini menghimbau agar para pimpinan/pendeta HKBP harus independen dalam menjalankan tugasnya dan tidak boleh dipengaruhi oleh jemaat sinadongan (yang berduit atau pejabat yang memiliki pengaruh kuat). Namun jika hanya sekadar kerjasama tidak dan sharing/tukar gagasan tidak salah, hal ini dimaksudkan untuk menghindari timbulnya anggapan HKBP tidak mandiri. “Sepanjang ada ruas sinadongan bersedia membantu dengan tujuan memajukan HKBP, harus diterima, namun jangan menjadi ikut dalam pengambilan keputusan internal HKBP,” tukas Potsdam yang juga jemaat HKBP Tebet Jakarta ini.
Potsdam Hutasoit dikenal sebagai sesepuh Partai Golkar dan pernah menjadi anggota DPR RI dari Golkar dan PDIP selama 20 tahun. Dia dikenal sebagai wakil rakyat yang peduli pembangunan Sumatra Utara dan hasil kinerjanya sudah memperlihatkan hasil.
Pada saat mulai reformasi di Indonesia tahun 1997 Potsdam Hutasoit mendapat tugas dari Wahono Ketua Umum DPP GOLKAR sbb:
a.Amankan Politik Negara
b.Perkuat Nasionalis
c.Amankan Golkar.
