Sayangkan Adanya Siswi yang Dipecat Dari Sekolah karena Menghina Palestina, GAMKI: Sanksinya Berlebihan

Memandang persoalan Yerusalem dari sudut pandang agama saja, lanjut Sahat, hanya membuat masyarakat Indonesia menjadi tersekat-sekat dan memperdalam jurang perbedaan.

“Kalau kita hanya membela berdasarkan perspektif agama, setiap agama akan punya ego masing-masing. Baik agama Yahudi, Kristen, ataupun Islam sama-sama merasa memiliki tanah Israel-Palestina dengan sejarah kitab suci masing-masing,” kata Sahat yang pernah menghadiri pertemuan internasional Mahasiswa Kristen se-Dunia di Kairo, Mesir pada tahun 2017 untuk membahas persoalan konflik Israel-Palestina.

“Persoalan Palestina adalah tentang kemanusiaan dan keadilan. Buktinya, banyak warga Kristen dan Yahudi Palestina yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Palestina bersama dengan warga Islam Palestina. Jadi, mari kita rakyat Indonesia bersatu, tidak tepat mengidentikkan persoalan Palestina sebagai persoalan agama tertentu saja,” jelas Sahat.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight − 2 =