Darman Saidi Siahaan; Bersama NABAJA Mempersatukan Naposo Batak Jabodetabek

NABAJA Lahir

Perjalanan hidup Darman penuh dengan gerakan. Selalu aktif berkegiatan di berbagai bidang terutama di bidang sosial dan rohani. Awalanya Darman berkebaktian di gereja-gereja berbasis Batak yang ada di Jakarta. Namun di sana dia merasakan ada satu perbedaan, ibarat tembok  pemisah antara pemuda yang lahir di kota Jakarta dengan pemuda yang lahir di kampung halaman. Tak terlihat ada komunikasi yang baik. “Saya mengamati minim penyambung komunikasi sesama pemuda Batak. Di gereja misalnya, saat berkebaktian orangtua duduk anaknya. Lalu saya dan kawan-kawan perantau duduk terpisahkan dari mereka, tak seperti saat kita di kampung, di mana Anak Muda duduk bersama kelompok Anak Muda. Kelompok bapak-bapak dengan bapak-bapak.

Ibu dengan ibu. Intinya ada ruang untuk sesama kaumnya untuk berkenalan. Pulang Gereja langsung masuk mobil sehingga di benak saya anak orang kaya sulit berkenalan dengan mereka, apalagilah untuk berjodoh dengan mereka,” kata Darman berkisah pemicu awal mendirikan komunitas Naposo di Jakarta. Kelihatannya orangtua di Jakarta sepertinya tak rela anak-anaknya kenal dengan pemuda dari kampung. Orangtua ini sudah lebih dulu ketakutan dan sudah lebih banyak memberikan vonis bahwa masa depan anak-anak muda yang lahir di Kampung itu tak cerah. Para orangtua lupa bahwa dulu mereka pun anak-anak kampung yang kemudian hari ekonominya mapan di Jakarta.

Tak ada masalah kerinduan orangtua ingin anak-anaknya berjodoh dengan orang yang ekonominya lebih mapan. Nyatanya hampir setiap kebaktian selalu ada doa syafaat tentang pemuda-pemuda yang berlum berjodoh; “agar yang belum menikah segera mendapatkan jodoh.” Ternyata, pengamatan Darman, anak orang kaya malah lebih banyak yang belum menemukan jodohnya dan menikah di usia di atas kepala tiga puluhan oleh karena anaknya tak mau menikah dengan yang ekonomi lemah. “Di beberapa perkumpulan juga sama halnya, banyak yang mengeluhkan soal anaknya yang belum menikah.”

Hipotesis itulah yang membuat Darman melihat ada kebutuhan, bahwa perlu wadah untuk kaum mudah Batak di Jakarta. Atas dasar itulah Darman bersama teman-teman mendirikan Naposo Batak Jabodetabek (NABAJA) sebagai wadah dan jembatan untuk pertemuan pemuda Batak dari rantau dengan putra-putri Batak yang lahir di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi. Darman juga kerap kali mengumpulkan beberapa media Batak di lapo Ondihon Pramuka, Jakarta Timur  untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak tentang habatahon.

Darman juga mengundang beberapa pemuda muslim serta dari berbagai gereja berbasis suku seperti; GKPS, GBKP, GPPPD, Katolik dan termasuk dari Gereja HKBP Sutoyo yang terkenal sebagai “Gereja Jodoh.” Pada diskusi pertemuan tersebut terungkap juga  “anak muda sekarang jarang mau mengikuti adat, dan berbahasa Batak, bahkan seakan lupa budayanya. “Banyak orangtua menyalahkan Generasi muda karena anak muda sudah tak mempedulikan budaya Batak, namun banyak di antara mereka yang anaknya sendiri pun tak bisa berbahasa Batak.”

Kesimpulan mereka, Naposo Batak membutuhkan ruang komunikasi dan sepakat menyebutnya NABAJA yaitu Naposo Batak Jabodetabek. Tahun 2009 Panitia sudah dibentuk, namun karena kebetulan berada pada tahun politik yakni Pemilu dan Pilpres di mana Darman Siahaan sendiri maju sebagai Calon anggota DPD RI dari dapil DKI Jakarta. Akhirnya NABAJA diundur untuk deklarasinya. Puji syukur kemudian dideklarasikan  pada hari Minggu 30 Mei 2010, dengan mengundang beberapa tokoh-tokoh dari lima etnis Batak diantaranya; Puak Pakpak, Puak Simalungun, Puak Karo, Puak Mandailing dan Puak Toba.”

NABAJA pun berdiri, Darman Saidi Siahaan terpilih menjadi Ketua Umum NABAJA, didampingi Sekjen Ordani Simbolon dari Naposo HKBP Sutoyo yang juga aktif sebagai Ketua Naposo Simbolon. Kepengurusan juga memiliki Ketua Puak Toba, Puak Karo, Puak Mandailing/Angkola, Puak Pakpak, dan Puak Toba, sebagai Wakil Ketua Umum. Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari diskusi, kegiatan Turnamen Futsal NABAJA CUP I-X (2010-2020), Peserta Nabaja Cup berasal dari tiga unsur, yakni; Naposo Gereja, Naposo Marga, Naposo Parsahutaon/Bonapasogit. Juga ada Perayaan Natal dan Tahun Baru bersama, Gathering, Aksi Sosial, termasuk aksi didepan Istana Negara mendukung HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin di Bogor, serta kujungan ke berbagai gereja kesukuan bersama Paduan Suara NABAJA, acara suka maupun duka.

Terbukti sejak berdiri hingga tahun 2020, NABAJA telah berhasil menjodohkan ratusan pasangan pemuda pemudi Batak. Para pemuda pemudi itu telah mendapatkan pasangannya di NABAJA. Termasuk dirinya menjadi pasangan yang ke-17 mendapatkan pasangan di NABAJA. Puji Tuhan, kini dirinya diberkati Tuhan dengan empat putri (Epipahani Deomora, Bethesda Bernadetta, Vistarna Romarito dan Agnes Rosemili) dari pernikahannya dengan Yuny boru Pasaribu.

“NABAJA juga tak hanya tempat kumpul-kumpul kaum muda mudi Batak mencari jodoh. Kegiatan kebersamaan dalam Acara Lebaran bersama dengan saudara yang Muslim. Bagi Darman setiap kegiatan NABAJA selalu harus mengandung unsur budaya Batak, dan selalu memiliki pesan moral yang memberikan pengalaman, pengetahuan tambahan tentang Budaya Batak. Tugas kita Naposo untuk tetap melestarikannya, untuk bekal kita juga nanti sebagai budaya yang tak hilang bagi generasi kita nantinya,” ujarnya. NABAJA juga selalu mencari kesempatan untuk buat event-event nasional.

Misalnya, Pelaksanaan Upacara Bendera pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan acara BATAK MAR17 Agustusan, bersama ratusan perserta NABAJA Cup. Moment Sumpah Pemuda, 28 Oktober, NABAJA menggelar acara Sumpah Pemuda. Melaksanakan Seminar tentang Lahirnya Pancasila tepat pada hari lahirnya PANCASILA. Tentu, arahnya agar pemuda pemudi juga memahami makna nasionalisme. “Oleh karena itu Pancasila adalah isu yang menarik saat ini  untuk digelorakan,” ujarnya. Kini NABAJA telah 12 tahun berkarya, semoga tetap awet, bertahan dari gempuran zaman sebagai wadah bersama Naposo Batak Sejabodetabek. Tentu bukan hanya harapan Darman, tetapi harapan kita semua. (Hojot Marluga)

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × five =