Flores boru Sagala; Menjadikan Wahana Prestasi Prima Jadi Khotbah Hidup

Suaratapian.com-Keluarga lingkup organisasi kecil, namun pondasi, karakter dan militansi dibangun di keluarga. Keluarga itu menjadi satu kekuatan maha dhasyat, tentu salah satu caranya dengan menjalin komunikasi yang efektif dengan anggota keluarga. Dalam bisnis, membangun lewat manajemen keluarga. Dan ternyata, manajemen keluarga diterapkan di hampir seluruh perusahaan besar dan yang juga mampu bertahan lama. Awalnya dibangun dalam manajemem keluarga. Pun usaha yang sampai beberapa generasi adalah usaha atau institusi yang awalnya dibangun oleh manajeman keluarga. Maka tak benar manajemen keluarga selalu dituduh sebagai manajemen yang tak profesional, nyatanya manajemen keluarga, tampuk pimpinan dipegang langsung masing-masing anggota keluarga justru bisa maju dan unggul. Sebagaimana diterapkan di Yayasan Wahana Prestasi Prima yang menaungi SMK dan SMA Prestasi Prima.

Sekolah unggul dan berkualitas ini adalah lembaga benar-benar dipimpin manajemen keluarga, tetapi manajemen yang profesional. Sekolah dengan visi, mewujudkan lulusan yang “unggul” dan “terpercaya” dalam mengembangkan dan mempersiapkan tenaga terampil di Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi yang beriman, bertaqwa, cerdas, percaya diri, berwawasan global, dan berkarakter Pancasilais.

Sementara, proses belajar mengajar yang berkualitas dalam mencapai kompetensi peserta didik yang berstandar nasional dan bertaraf internasional dengan Pendekatan Mutu Terpadu atau SMM ISO 9001-2015. Sekolah yang menamatkan siswa siswi yang mampu berkompetisi pada era revolusi industri 4.0 dan era globalisasi sesuai dengan kompetensi yang dimiliki dalam bidang;

Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Multimedia (MM) dan Broadcasting (BC). Memberikan pelayanan pendidikan Berbasis pembelajaran abad 21 agar peserta didik menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Lalu, mampu mengembangkan sikap profesional yang demokratis dalam keberagaman dan menerapkan budaya guna membentuk jati diri yang relevan dengan karakter bangsa.

Tentu, sebagai sekolah unggulan pastilah didukung sarana dan prasarana yang bermutu. Sekolah dibangun di atas lahan seluas 7.000 m² yang terdiri atas 5 gedung dengan 3 lantai dan 63 ruang kelas. Dilengkapi dengan sarana pendukung, antara lain; CCTV secara online 24 jam di seluruh ruang belajar, kantin, parkir dan halaman. Ruangan Full AC & dilengkapi dengan LCD Projector, 6 Ruang Laboratorium Praktek dengan 180 unit komputer, Kerjasama dengan dunia Usaha dan Industri sesuai keahlian.

Sekolah SMK & SMA Unggulan di Bilangan Jakarta Milik Orang Batak

SMK dan SMA Prestasi Prima juga bekerjasama dengan lisensi Microsoft, dibina oleh seorang Praktisi Pendidikan yang sudah berpengalaman mengelola Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan latar belakang Doktor di bidang Manajemen Pendidikan.

Atas prestanya, tahun 2014 mendapatkan penghargaan sebagai Pengawas SMK Berprestasi dan Berdedikasi Terbaik Tingkat Nasional dan dua kali meraih penghargaan Satya Lencana Presiden RI. Di samping itu, juga dikelola oleh Kepala Sekolah, David Hamonangan Silaen, yang visioner dan memiliki kemampuan manajerial yang cukup handal dan didukung oleh guru-guru yang energik dengan latar belakang sarjana dari berbagai disiplin ilmu yang relevan dengan mata pelajaran yang diampunya, para pendidik yang potensial, serta memiliki ambisi tinggi untuk mengembangkan pendidikan yang bermutu.

Sekolah dengan slogan, “if better is possible, good is not enough.” Artinya, jika ada lebih baik, sebab baik saja tak cukup. Sekolah yang diarsiteki Dr. Wannen Pakpahan MM, sosok yang telah kenyang  di dunia pendidikan sebagai mantan pengawas SMK Terbaik Tingkat Nasional. SuaraTapian Channel (www.suaratapian.com) mewawancarai Ketua Yayasan, Ibu Flores boru Sagala, pada Senin, 5 Desember 2022. Bertempat di ruang Ketua Yayasan Wahana Prestasi Prima. Demikian petikannya;

Sebagai ketua Yayasan Wahana Prestasi Prima yang menaungi SMK dan SMA prestasi Prima, mohon cerita background keluarga, lahir di mana, besar di mana. Ceritakan tentang keluarga Terima kasih…

Nama saya Flores boru Sagala. Asal dari Sumbul, Dairi. Kami sebelas bersaudara, enam perempuan dan lima laki-laki. Tentang orangtua. Ibu saya guru besar buat kami, karena apa? Karena ibu saya tidak bisa membaca-menulis, tak bisa sama sekali. Tetapi semua kami sebelas bersaudara anak-anaknya nyaris semuanya gelar sarjana. Semuanya kami rata-rata berada di luar negeri. Ibu saya ini dengan bapak saya ini pernah ke luar negeri, tetapi dia tak bisa membaca, namun dia bisa sampai ke Amerika. Itulah tentang mama saya. Nasihatnya kepada kami, kami boleh jenis kelamin perempuan tetapi nyali harus melebihi dari pria. Itulah nasihatnya.

Apa dasar dari Ompung boru Sihotang menyampaikan pesan itu, kira-kira apa di balik pesan moralnya?

Kami ini sebelas bersaudara semuanya. Berusaha tak akan mau tinggal di kampung, karena memang tak suka semua bertani. Orangtua saya ini sudah lihat bahwa anak-anak ini tak akan mau tinggal bertani. Tak akan mau tinggal di kampung, memang dia sudah punya insting. Ini anak pasti ke mana. Makanya dia buat nasihat seperti itu (Salah satu skill yang perlu diasah dalam hal ini pengambil keputusan, adalah insting. Begitu pentingnya insting bisnis, dan seorang pedagogik perlu mempertajam naluri dan insting manusia).

Contoh, saya hanya satu cita-cita, saya tak mau jadi orang miskin. Coba bayangkan, itu. Iya, maksud saya waktu itu saya masih SD tangan saya itu sampai bengkak. Sesudah pulang sekolah harus mencangkul. Hari Minggu, orang main, kita mencangkul. Jadi sejak kecil sudah punya cita-cita, saya katakan, “Tuhan saya nggak mau jadi orang miskin.”

Menikah dengan bapak Doktor Wannen Pakpahan. Tuhan karuniai dua putri, tolong cerita itu….

Saya punya berprinsip begini, untuk apalah harta saya semuanya, suatu saat kelak harta ini pun tak bisa dibawah. Jadi, buat apa kaya tapi anak tidak sukses, khususnya di dalam pendidikan. Dari kecil saya sudah ikut pola dari ibu. Ibu saya mendidik kami itu semua hanya dengan feeling dan insting, dan itulah yang ajarkan kepada anak-anak ini. Kami dikaruniai Tuhan dua putri, yang satu sudah menikah dengan hela Silaen.

Dua putri ini namanya, Stella Frida Aquarinda Pakpahan dialah yang sudah menikah dengan hela kami, David Hamonangan Silaen, dan sekarang kepala sekolah, yang kedua Delanona Pakpahan, sekarang kerja di salah satu perusahaan empat besar dunia. Lulus S2 dari universitas di Inggris dan masih single, tetapi dia punya pemikiran jauh ke depan. Dalam mendidik anak ini, saya bilang sama mereka, selagi nyaman mengerjakan apa yang kau kerjakan, silahkan.

Sebagai ibu dan istri, Anda berhasil mengantar anak-anak sampai pendidikannya taraf hingga lulus dari luar negeri. Mereka Mandir, sementara suami juga dikawal dan ditopang. Luarbiasa peran inang, dan kami juga dengar sejak awal sudah punya kemampuan berusaha. Jadi, bukan sekedar ibu rumah tangga biasa, tetapi lebih dari itu menjadi pengusaha. Pertanyaannya, bagaimana menyeimbangkan tugas sebagai ibu rumah tangga sambil bisa berkarir mengelola usaha?

Terima kasih tulang. Saya harus panggil tulang karena bapak saya tulangnya Marbun. Jadi untuk keseimbangan itu memang tidak gampang, tetapi saya berprinsip sejago apapun wanita berkarir di luar sana dia akan gagal kalau dia tidak bisa menjadi ibu di rumah tangganya. Saya tak mau, itu. Saya memang pengusaha, tetapi ketika suami masih aktif sebagai pegawai negeri, saya ada prinsip begini. Saya akan pulang ke rumah sebelum suami saya pulang. Saya akan berangkat dari rumah sesudah anak saya berangkatkan dulu, suami saya berangkatkan dulu baru saya berangkat.

Saya selalu terakhir untuk berangkat bekerja dan duluan untuk pulang ke rumah. Tetapi, saya melakukan itu dengan happy, dengan enjoy, dengan sukacita. Saya melakukannya, mengapa? Memang tak gampang melakukan itu, tetapi karena saya dengan sukacita dan saya bergantung kepada Tuhan, saya selalu diberikan kesehatan. Jadi saya pada pagi hari pasti lebih awal bangun. Suami masih tidur, anak masih tidur, saya sudah bangun. Saya berkorban, namun saya berkolaborasi dengan pembantu di rumah. Kalau pulang pasti saya duluan pulang.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

fifteen + fifteen =