Hezron Resto; Melayani Pengunjung Dengan Hati dan Sikap Santun Seperti Pada Raja

Kami mengamati yang mengunjungi relative orang-orang Batak yang ekonominya menengah ke atas. Bagaimana mempromosikan restoran ini agar mereka juga happy datang, bukan sekali tetapi berulang-ulang kali datang…

Konsep pemasarannya, sebenarnya kita tak menggunakan konsep yang berbeda dengan tempat-tempat lain. Prinsipnya sama cuman yang lebih kita kedepankan adalah kita membuat tamu-tamu tersebut benar-benar merasa nyaman di tempat ini, dengan service yang kita punya, kita melayani mereka.

Seluruh karyawan kita berikan slogan; melayani dengan hati. Artinya kalau kita melayani dengan hati, sang tamu tersebut pasti merasa, nyaman. Iya, karena pada prinsipnya  kan, tamu itu adalah raja. Kita buat mereka sebagai raja. Kita meladeni mereka sebagai layaknya seorang raja.

Di luar ruangan, kami merasakan tempat parkir dan juru parkir sangat ramah dalam menjaga lalu lalang kedaraan, mereka melakukannya dengan senang hati. Apa yang disampaikan kepada mereka, mungkin, adakah training bagi mereka tiap hari?

Training ke mereka tak dilakukan tiap hari. Saya melakukan itu seminggu sekali. Setiap hari Senin, tentang bagaimana cara menghadapi tamu-tamu kita, karena tamu-tamu kan dari berbagai macam kalangan.

Dimulai dari depan. Kita menyiapkan memang benar-benar full service. Dari tempat parkir kita menyiapkan valet. Valet itu kita siapkan karena memang orang Batak ini kan perlu diservice dari mulai dia sampai hingga dia mau pulang perlu dilayani. Para juru parkir valet memarkirkan kendaraan mereka, jadi terkesan pelayanan kepada raja. Dari dalam kita siapkan tim-tim yang khusus meladeni dengan baik dan ramah.

Sementara untuk panggung sendiri, kita memang menyiapkan panggung untuk tamu-tamu. Kita tak menyiapkan penyanyi. Di sini justru sebenarnya tamu-tamulah yang mungkin dia habis makan dia mau nyanyi. Silahkan. Dia mau pulang kembali diladeni lagi dengan baik.

Resto ini dikelola dengan professional, tentukan pasti adalah latar belakang, mungkin pengalaman sebagai pengelola tempat lain. Apa sih latar belakangnya, kemudian berani membuat service begitu rupa?

Sebenarnya saya mempunyai background pendidikan di dunia perhotelan. Saya dulu kuliah di Universitas Sahid, sehingga saya sedikit banyak mengerti akan hotelier. Bisnis hotel bisnis pelayanan. Jadi, How to nya itu atau How to serve client sedikit banyaknya saya memahami. Sebenarnya hanya dengan service santun saja sebenarnya. Dan, teryata itu sudah menjadi bagian yang menonjol.

Tamu mau makan kita layani dia dengan baik. Apapun permintaannya kita ladeni dengan baik. Sebenarnya dengan service yang cepat pada prinsipnya tak ada yang berbeda dengan tempat-tempat lain. Cuman mungkin kita lebih mengedepankan pelayanan, membuat tamu itu benar-benar layaknya seorang raja, sehingga raja tersebut akan nyaman di tempat kita.

Ada nggak pengalaman-pengalaman lain yang bisa kita tahu, mungkin bukan hanya orang Batak yang datang ke sini, ada tokoh-tokoh lain, merasa sangat nyaman…

Tentu, bukan hanya orang Batak yang datang ke sini. Banyak juga suku-suku lain yang datang ke tempat kita, antara lain dari Ambon, Manado atau dari satu gereja yang bukan HKBP atau pun HKI.

Ada juga mereka yang pernah membuat acara-acara gereja di tempat ini, yang jemaatnya itu bukan hanya orang Batak. Tetapi mungkin ada orang Jawa, ada orang Manado. Ada Ambon. Jadi memang kita tetap memperlakukan mereka apapun sukunya. Mungkin karena kita juga tetap menyiapkan masakan nasional. Tetapi tak banyak.

Selain tampilan luar sudah tentu membuat orang ingin datang ke sini. Tetapi, rasa juga mempengaruhi, makanan yang dicicipi di sini kan itu dikelola di dapur. Bagaimana dapur dikelola?

Saya sampaikan ke mereka yang bergelut di dapur untuk terus menjaga rasa yang ada. Seperti yang tadi bilang di awal, sebenarnya tak ada yang berbeda dengan tempat-tempat lain atau resto-resto lain. Cuman,  memang, karena kita lidah orang Batak ini kan memang lidah perasa, lebih tajam, sehingga bumbunyalah yang harus kita pertahankan.

Ketika memang masakan itu enak dengan ingredientsnya yang sudah kita bikin komposisinya, apa-apa saja itu yang harus dipertahankan karena jangan sampai ketika memang kita sudah malah kita mengurangi rasanya. Jadi, itu yang harus bener-bener kita jaga adalah rasa makanan. Rasa makanan memang harus benar-benar dilewati quality control dengan pemilihan bahan-bahan juga yang berkualitas baik.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + 17 =