Kamaruddin Simanjuntak: Selalu Berserah Kepada Tuhan Elohim
Senantiasa Menang
Selulus kuliah dia membuka kantor pengacara bersama rekannya dengan nama kantor “Firma Hukum “Victoria.” Victoria artinya kemenangan, berasal dari nama putri keduanya atas nama Valencia Brightlady Victoria. Tak ayal, kantor pengacaranya telah banyak menangani berbagai kasus kecil hingga kasus besar. Bahkan pernah ada undangan untuk menangani perkara besar, dijanjikan dana besar yang sangat menggiurkan, namun harus ditempuh dengan cara-cara yang tidak patut secara hukum.
Waktu itu ada rekan-rekannya sekantor yang mendorongnya untuk menerima tawaran honor besar guna menangani perkara tersebut, akan tetapi Kamaruddin bertekad menolak, karena sudah menyimpang dari nilai-nilai kejujuran, profesionalitas dan integritas penegak hokum. Akibat penolakan itu, telah menyebabkan ketidaknyamanan di antara rekan sekantor, karena tidak semua rekan-rekannya kuat berjuang dengan modal keprihatinan. Dan ada juga yang berpikiran sekali-kali boleh juga diambil tawaran seperti itu, namun tetap ditolak olehnya, yang pada akhirnya kantornya pecah kongsi.

Apa boleh buat setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Tak patah arang, ia kemudian membangun tim baru. Ibarat nahkoda di kantor baru, dia memulai kembali dari nol. Berbekal relasi dan pergaulannya yang luas, bahkan kantornya pun dipercaya menangani kasus-kasus besar kaliber nasional, bahkan perkara-perkara kakap. Ada yang sampai melibatkan pejabat nasional, tokoh politik, ketua dan bendahara partai politik berkuasa. Risikonya tentu sangat besar, atas hal itu dia sering diteror, bahkan diancam untuk dibunuh. Atas semuanya itu, dia selalu menang dari maut. Paling tidak dalam pengalamannya dia tujuh kali lolos dari rencana pembunuhan terencana.
“Berkali-kali saya lolos dari rencana pembunuhan, Saya sadar itu semua karena pertolongan Tuhan Elohim,” ujarnya. Pengalamannya, misalnya, lolos dari rencana pembunuhan karena menangani kasus-kasus yang melibatkan oknum pejabat Pemerintah Pusat yang paling berkuasa. Dengan sengaja mobilnya ditabrak di parkiran hingga penyot, bahkan di jalan tol juga pernah dikejar-kejar, bahkan di parkiran Polda Metro Jaya mobilnya ditusuk, dipecahkan kaca depannya, tetapi puji Tuhan, Kamaruddin selalu lepas dari maut diancam akan dibunuh oleh ormas radikal yang paling ditakuti oleh pemerintah. Lagi atas semuanya tak menyurutkan langkahnya untuk berani menangani perkara hukum orang-orang besar. “Tentu bukan karena kepintaran saya, semua karena pertolongan Tuhan,” ujarnya. Rona-rona hidup membuatnya makin matang.
