“Kami Tak Mau Demokrasi Di Humbahas Dizalimi”
Alumni Institut Teknologi Bandung yang juga tergabung dengan Alumni Gaja Toba ini menyebut, masyarakat Humbahas mesti terus bergerak untuk memenangkan Kotak Kosong, melawan oligarki. “Kami tak mau demokrasi dikebiri di Humbahas oleh para politis dengan mengkonsepkan calon tunggal.”
Putra Kecamatan Pollung ini menambahkan, bawah FPDHH dibentuk murni dari masyarakat Humbang. Atas respon dan antusiasme masyarakat di lapangan dengan suka rela memberi rumahnya untuk Posko, berbeda dengan Pengalamannya dulu ketika mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Humbahas, masyarakat umumnya hanya menunggu togu-togu ro. “Saya merasakan ada perubahan di tengah masyarakat Humbahas, kesadaran masyarakat justru sudah makin melek politik dan tak lagi hanya tujuan togu-toru ro,” tambahnya.
Dia mengatakan, terbukti dua kali dirinya ikut memsosialisasikan Kotak Kosong, masyarakat sangat antusias memenangkan Kotak Kosong. “Gerakan ini terus menggelinding dan digerakkan oleh swadaya masing-masing. Para pengurus FPDHH pun juga membiayai diri masing-masing.
Tenyata di perjalanan, perjuangan Relawan Kotak Kosong di Pilkada Humbahas, tim dari Baginda Polin Lumban Gaol SH MH dan Rajin Tajom Sihombing SAB yang gagal mencalonkan diri juga mengumumkan mendukung dan menjadikan Posko yang sebelumnya disiapkan Barata sekarang menjadi Posko Kotak Kosong. “Demokrasi itu harus ada pilihan. Sekarang pilihan itu tak ada, hanya calon tunggal. Masyarakat tak moleh dipaksa harus punya kedaulatan sendiri, maka yang disediakan pilihan lain adalah Kotak Kosong.”
Selain tim dari Barata, Ketum Persadaan Toga Marbun Indoenesia (PTMI) Ir. Binsaren Lumban Baru bersama Pantun Banjarnahor mendukun dan bertemu dengan Ketum FPDHH Barita Purba, Pelaksana Harian JS. Simatupang, dan Ketua I H Manullang, SE untuk membahas kemenangan Kotak Kosong.
“Demokrasi itu adalah memilih pemimpin yang lebih baik. Tapi yang ada sekarang itu bukan lagi demokrasi yang sehat karena hanya satu Paslon. Jadi kita tak boleh tinggal diam. Kita harus melawan ini. Kita harus menangkan Kotak Kosong,” tambah Janwar.
Sebagai Dewan Penasihat FPDHH, Janwar berharap anak rantau asal Humbahas memberikan perhatian, peduli pada demokrasi di Humbahas. “Mari kita kritisi kinerjanya yang tidak bagus, termasuk adanya niat mengebiri demokrasi di Humbahas. Mari kita bela hak politik kita di pesta demokrasi pada 9 Desember dengan memenangkan Kotak Kosong,” ujarnya. (HM)
