Pdt. Banner Siburian, M.Th, Calon Sekretaris Jenderal HKBP; Perjalanan Jauh Melayani 30-an Tahun di HKBP Menuju Pengelolaan Keadministrasian ‘Data yang Tertata’ Lebih Baik

Melek Literasi Digital; Membangun Syinantam

Pindah ke HKBP Rawamangun sebagai pendeta pembantu, tenyata dirinya disambut baik di sana. Bukan seperti informasi yang sering dia dengar, bahwa jemaat Rawamangun kritis pada pendeta yang baru. Ternyata, yang dirasakannya berkebalikan, malah dia diterima dengan baik. Sayang, di Rawamangun pun dia hanya sebentar, tidak sampai empat tahun, persisnya tiga tahun tujuh bulan. Padahal, di sana dia lagi getolnya membantu para pemuda dan komisi pendidikan untuk membangun Sekolah Minggu Syinnantam.

Belakangan, kata Syinnantam sendiri dipakai menjadi nama media informasi dan berita pelayanan HKBP Distrik XIX Bekasi.  Nama Syinnantam diambil dari Ulangan 6: 7, perintah Allah kepada umatNya. Kata Ibrani lebih bermakna sifat pengajaran yang terus-menerus, berulang-ulang sampai taraf.

Lagi-lagi disinilah kembali pergolakan batinnya “terpaksa” pindah. Hanya sebentar, tidak berapa lama melayani di HKBP Rawamangun, kemudian dia harus dipindahkan ke HKBP Dumai. Disanalah juga ada pergulatan batin, mengapa? Oleh karena sudah menjelang akhir tahun, sementara pendeta yang harus diganti pun belum pindah. “Waktu itu sudah menjelang akhir tahun, tepatnya tanggal 27 Desember. Pohon Natal waktu itu sudah dipajang. Saya tak bisa menjelaskan kepada anak-anak mengapa harus pohon Natal dicopot,” kenangnya.

Praeses Pendeta Bernard Manik Mendukung Pendeta Banner Siburian Jadi Sekretaris Jenderal HKBP

Sebenarnya, dia meminta kepada praeses waktu itu, agar sudi memberi penugasan dipindahkan setelah akhir tahun. Namun, apa daya, tetap saja surat pindah tetap dikeluarkan. Menyingkapi hal itu, dia tak mau menjadi kegaduhan kedatangannya di HKBP Dumai atas penerimaan penugasan yang baru. Di tengah kondisi tak ada pelayanan beberapa bulan dia gunakan kesempatan itu untuk berkunjung ke Paranginan membawa istri dan anak-anaknya bersilaturahmi dengan orangtua dan keluarga. Di Jambi akhirnya pendeta resort setelah belasan tahun menjadi pendeta pembantu. Tetapi, itulah jalan Tuhan, baru menjadi pendeta resort dirinya dipercayakan menerima jabatan yang lebih taraf, jadi praeses, wakil ephorus satu wilayah.

Dua Kali Jadi Praeses

Saat WTP Simarmata menjadi ephorus, dirinya dipercayakan menjadi praeses Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimatan Selatan. Tentu, melayani di Kalimatan, di sana banyak hal yang sangat baru baginya. Tantangannya adalah tempat jarak pelayanan yang sangat jauh, ada tiga provinsi harus dilayaninya dan sebagian wilayah ini masih terisolasi dan harus ditempuh dengan menggunakan kapal kecil dan perahu.

Luarbiasanya, sebagian wilayah pelayanan itu hanya bisa ditempuh menggunakan pesawat kecil yang punya baling-baling. Artinya, setiap saat nyawa bisa terancam. “Rata-rata jemaat disana didominasi oleh pekerja-pekerja tambang. Rata-rata pekerja buruh menengah, dan hanya dua orang pejabat eselon 3 dan 4 selebihnya rata-rata pekerja.”

Selain itu, di kepemimpinannya sebagai praeses semua jemaat terlayani, sebab para jemaat berkerja di tambang dan di perkebunan. Salah satu kebijakan kepemimpinannya bahwa setiap resort harus membuat satu pos pelayanan, gunanya untuk apa? Gunanya agar setiap pelayanan bisa menjangkau warga jemaat HKBP yang berkerja di pedalaman, di perkebunan dan di pertambangan.

Pdt. STP Siahaan; Tak Ada Manusia Pemilik HKBP, Yesus Satu-satuNya Pemilik Saham Terbesar di HKBP

“Jadi, saya bisa memahami jika hari-hari tentu gereja padat. Di Kalimatan khususnya yang ada di pedalaman bahwa jemaat bisa beratus kilo meter untuk bisa sampai ke gereja. Bisa dimaklumi mereka jarang ke gereja karena jarak yang sangat jauh, hanya datang jika pada hari-hari tertentu. Karenanya, dibuat ada pos pelayanan untuk menjangkau pelayanan mereka,” ujarnya lagi.

Pertama gerakan yang dibuatnya, satu resort satu pos untuk menjangkau warga jemaat pedalaman. Lalu, gerakan kedua adalah membuat pendeta zending. Karena itu, sebagai praese dia buat distrik menyediakan sepeda motor untuk pelayanan yang bisa menjangkau jarak jauh. Dan, semua pos yang ada sudah memiliki sepeda motor inventasi dari distrik untuk dipakai pos pelayanan setempat.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × one =