Pdt. Banner Siburian, M.Th, Calon Sekretaris Jenderal HKBP; Perjalanan Jauh Melayani 30-an Tahun di HKBP Menuju Pengelolaan Keadministrasian ‘Data yang Tertata’ Lebih Baik
Administrasi HKBP Terdata dan Tertata
Pendeta Banner Siburian layak menjadi Sekjen HKBP. “Tuhan ma patulushon sangkap ni rohanta,” ujarnya tentang kalimat tersebut. Pdt.Banner Siburian. MTh sendiri ini kedua kali mencalonkan menjadi Sekjen HKBP, ketika masih Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi, dia telah maju sebagai calon Sekjen namun ketika itu dia belum terpilih. Saat ini, sebagai pendeta resort HKBP Rawamangun, pada Sabtu, 23 November 2024 digelar kebaktian “PARTANGIANGAN MANOMUNOMU SINODE GODANG HKBP DOHOT ULANGTAHUN PA-58 TAON PDT.BANNER SIBURIAN, M.Th MENUJU SEKJEND HKBP 2024-2028.” Artinya jemaat HKBP Rawamangun resmi memberangkatnya, dan rindu dari gereja ini bisa lahir pemimpin HKBP.
Pengkotbah waktu itu, Pdt STP Siahaan; mengatakan, HKBP Butuh Pemimpin yang memiliki spiritual yang baik, bukan hanya pintar secara intelektual atau yang punya wawasan atau yang punya koneksi, jaringan yang luas. “Kami bukan hanya membutuhkan itu, tetapi kami juga membutuhkan pimpinan HKBP yang berhati bapa, yang rendah hati seperti Yesus. Kami membutuhkan pimpinan HKBP yang memiliki spiritualitas yang sangat tinggi.”
Pendeta Banner rindu administrasi gereja kita di HKBP termasuk soal manajemen keuangannya di samping yang sudah lebih baik sekarang, tetapi harus terus semakin rapi semakin bersih semakin tertata dan terdata dengan baik. Dia menyebut, bukannya berarti HKBP selama ini kurang rapi tapi merapikan lebih rapi lagi. Seperti Paulus dalam kitab yang dituliskan itu Efesus seluruh perangkat betul-betul semakin rapi tersusun sehingga semua organ-organ yang ada itu berfungsi dengan maksimal dan tentu outputnya juga lebih maksimal.
Jejak pelayanannya bisa dibaca, dia memiliki pengalaman panjang dalam menjaga pluralitas yang sangat kaya, termasuk perbedaan-perbedaan antara agama keyakinan suku budaya dan lain-lain dan. Puji Tuhan semua itu bisa berjalan, kita rajuk dengan baik sehingga HKBP semakin berinteraksi dengan segala kekayaan yang berbeda-beda.
Oleh karena itu, perhelatan rohani akbar atau Sinode Godang HKBP ke-67 yang berlangsung, pada Selasa sampai Minggu, tanggal 3-8 Desember 2024, di Seminari Sipoholon, Tapanuli Utara. Sinode Godang yang puncaknya memilih lima pucuk pimpinan HKBP di pusat yaitu; Ephorus, Sekretaris Jenderal, Kepala Departemen Koinonia, Kepala Departemen Marturia dan Kepala Departemen Diakonia, ditambah memilih 32 Praeses HKBP, sebagai representasi Ephorus di seluruh wilayah Indonesia yang ada HKBP.
Sinode Godang ini juga disebut demokrasi ala HKBP. Dan, salah satu sosok yang telah mempersembahkan dirinya untuk dipilih menjadi Sekretaris Jenderal HKBP. Pendeta Resort Rawamangun ini saat diwawancara SuaraTapianTV menyebut, bahwa secara teologis di pemilihan pemimpin di Sinode Godang tentu untuk menantikan waktu Tuhan. Dia juga menyakini akan terpilih pemimpin terbaik HKBP jikalau para sinodestan, pemilik hak suara memilih dengan tanpa beban, dan memilih dengan merdeka.
Jika dipercayakan menjadi Sekjen HKBP, Pendeta Banner Siburian memiliki empat komitmen, konsentrasi yang bisa diimplementasi jika Tuhan izinkan terpilih menjadi Sekjen. Pertama, akan menata keuangan dan administrasi yang semakin rapi, yang semakin tertata dan terdata dengan baik. Kemudian manajemen keuangan berdasarkan SG HKBP yang ada peningkatan keuangan, sinergisitas dengan Biro yang terkait.
Kedua, menajemen yang semakin sempurna, lewat aset di HKBP, agar semua dapat tertata dan terdata dalam sebuah database yang semakin sempurna. Ketiga, penatalayanan dan penempatan sumber daya pelayan di HKBP berdasarkan kompetensi, berdasarkan keahlian yakni sebuah merit sistem the right man on the right, dan juga pembekalan para pelayan yang berkesinambungan secara berjenjang.
Keempat, memaksimalkan sentralisasi keuangan HKBP lewat peningkatan partisipasi segenap warga jemaat dan kehadirannya. Peningkatan potensi jemaat-jemaat di kota dan di desa demikian juga optimalisasi aset dan badan usaha yang ada, sehingga betul-betul setiap gereja baik di desa dan di kota dilayani oleh para pelayan dengan baik.
Dan, terakhir, Pendeta Banner meminta agar Sinode Godang digelar dengan bersukacita, dan dilakukan untuk merekatkan kembali “parhahamaranggion” yang semakin mesrah, dan para sinodestan mengikuti dengan penuh sukacita, tanpa ada beban di hati kita masing-masing. Sinode Godang digelar dengan riang gembira dan sinodestannya merdeka memilih. Sebab merdeka adalah bukti ketergantungan pada Tuhan, bukan ketergantungan pada manusia. Kemerdekaan memilih bukti tak dibebani memilih.
Di akhir wawancara, dia memohon doa dan dukungan segenap peserta Sinode Distrik, warga jemaat maupun Majelis, agar bila Tuhan berkenan serta dikehendaki Sinodestan. “Saya mempersembahkan diri sebagai Sekjen di HKBP. Saya hanya mengandalkan kuasa Tuhan serta topangan kita semua. Sinode Godang nanti haruslah kudus, bersih dari money politics maupun kepentingan politik,” sembari menambahkan, “Mohon doa dan dukungan, kiranya kehendak Tuhanlah yang jadi di Sinode Godang HKBP nanti. Amin,” ujarnya. (Hojot Marluga)
