Proses Kreatif Robert Marbun; Pengarang Lagu ‘Gadis Melayu’ Itu Selalu Pegang Pensil, Sebelum Tidur Wajib Ngobrol

Tolong cerita tentang Inang, kisah percintanya dengan Robert Marbun?

Ceritakan tentang kami, pertemuan kami tahun 1993 Pekanbaru. Tadinya dia cuma mau izin sama tulangnya, ayah saya, mau menikah. Tetapi ketika melihat saya sudah cukup umur, iya langsung melamar saya. Tahun 1993 dia berjanji melamar. Sesungguhnya saya pada waktu itu nggak ngerti, dikasih ikan mas. Tahun 1994 dia datang melamar saya, tepatnya 31 Mei 1994. Acara pesta pernikahan kami, 18 Juni 1994 di Pekanbaru.

Dia orangnya sangat perhatian dan romantis. Kalau orang Batak mungkin jarang seperti dia. Di hari-hari istimewa dia tunjukkan keromantisannya. Saya kan, guru romantisnya kurang, kalau dia romantis. Misalnya, hari Valentine ada sekuntum bunga. Itulah susah saya lupakan. “Selamat hari valentine,” sayang demikian selalu dia sebutkan. Di hari-hari besar, hari Ibu misalnya, dia tak pernah lupa mengucapkan dan memberi setangkai bunga.

Lagu “Selamat Ulang Tahun” dia ciptakan untuk saya. Pas ulang tahun saya, tahun 1996. Saya katakan, “Kau bayangkan pacarmu ya, pak, ya.” Tahun 1993 lagu “Martina” dia ciptakan dan itu sebenarnya nama saya.

Tak banyak orang yang tahu itu, ceritakan kenapa dia menciptakan itu?

Jadi, lagu itu bukan dari Jerman tetapi dari Pekanbaru. Dari Pekanbaru datang ke Jakarta. Ada narasinya, “Sekali lirik langsung jatuh cinta,” katanya. Pas pertemuan pertama saya lihat dia datang dengan terpesona. Atas inspirasi itulah bikin Martina. Jadi kisah cinta kami. Saya datang ke Jakarta, dibayangkannya saya dari Jerman.

Itulah buat hadiah buat ke Jakarta. Kisah cinta kami dari Pekanbaru sampai ke Jakarta, bukan dari Jerman ke Indonesia itu terus dengan mertua tercipta 1993 artinya semua yang di Jakarta ini bukan tak ada pacarnya, banyak pacarnya. Dia datang hari Minggu jam lima pagi, saya yang menyambutnya dan di situlah dia buktikan kesetiaannya sampai akhir hidupnya.

Saya pernah sakit. Dia tunjukkan tanggung jawab dan empatinya sebagai suami. Dia langsung membatalkan jadwalnya bertemu, padahal saya hanya keseleo ketika olahraga. Semua pekerjaan dibatalkan, itu bukan bohong, dicari tukang urut dari mana-mana. Dia katakan, nggak ada yang bisa menghalangi saya kalau untuk keluarga.

Pengalaman inang sebagai istri orang seniman, artis itu kan cenderung di dunia bebas. Bagaimana soal pengalaman inang, bahwa di family kok begitu penilaian?

Jadi saya tak pernah pergi ke club malam, dunia malam. Namun saya pernah dibawanya ke dunia malam. Dia katakan kau tetap di samping saya. Jangan bergerak. Pikir saya, kok gitu. Dia bilang, nanti akan ada yang datang, jadi peluk saya. Selama acara itu dia sebut ada polisi Toba.

Apa sih polisi Toba?

Artinya istri. Dia tak akan ikut membawa saya kalau kira-kira itu membuat saya cemburu. Contohnya syuting. Syuting ini kan banyak yang berpelukan segala macam. Padahal, saya nggak cemburu. Saya yakin meskipun ada cemburu tetapi tak cemburu buta, prinsipnya itu pekerjaannya, kalau itu pekerjaannya silahkan. Tetapi, kalau itu bukan pekerjaannya saya akan marah, dan saya tak pernah menegur misalnya, kau sudah di mana ini segala macam sudah tahu yang baik dan yang jelek.

Dia kan pemain judi, dulu pernah merokok berat, tetapi tahun 1997 berhenti merokok. Dari anak muda merokok berat. Peminum berat. Saya nggak larang dia berhenti merokok. Saya tidak melarang dia berteman sama siapapun. Tetapi, saya katakan, “Jangan salahgunakan kepercayaan saya. Kalau saya tak percaya lagi kamu, repot sendiri.”

Silahkan, pegang kepercayaan saya dan saya percaya sama saya. Dulu dia rokoknya Dji Sam Soe, dua bungkus Sampoerna Mild, hingga kemudian dengan kesadaran sendiri berhenti merokok. Sempat berhenti dua minggu merokok, dan ternyata ingin merokok lagi.

Lalu, dia minta kepada saya izin berokok lagi. Saya katakan, silakan saja. “Terserah, kalau mau ngerokok.” Akhirnya tahun 1997 berhenti merokok. Dia juga mendorong saya kuliah, dia menyekolahkan saya. Dia orangnya peduli ilmu. Termasuk kutu buku. Waktu media cetak masih banyak dia berlangganan beberapa majalah dan koran.  

Tolong ceritakan soal proses kreatifnya, bagaimana dia mengarang lagu, saat-saat apa. Apakah dia misalnya tiba-tiba bangun langsung tulis syair, begitu?

Proses kreatifnya menulis lagu, banyak. Ada satu lagu di tengah jalan tercipta. Ada lagu yang terinspirasi sama dia ketika bangun tidur. Di tangannya itu selalu ada pensil. Satu kebiasaannya ngobrol, sebelum tidur 30 menit dia ngobrol. Wajib ngobrol.

Satu lagunya yang sangat diapresiasi banyak orang terutama orang Batak “Sulangan Mangan” sampai HKBP memberi penghargaan untuk itu. Apa di balik kisah proses kreatif?

Proses kreatifnya, kalau menurut saya iya supaya orang sadar, orangtua itu membangkitkan supaya orang menghormati orangtua dan mau tinggal di rumah menemani orang tuanya. Karena dia bayangkan tahun 1993 namboruku kebetulan menjadi mertuaku sudah tua.

Saat dia cari-ubannya, dia terinspirasi mencipta lagu itu, diciptakannya di situ setelah itu pulang ke Jakarta. Dia buat lagu tersebut, diselesaikannya hanya lima menit, menyelesaikan itu cuma memang sudah ada gambaran lagunya. Lagu ini adalah tentang bagaimana menghormati orang tua.

Itu sebab sepuluh orang anak tak bisa diurus seorang ibu, tetapi sepuluh orang anak bisa diurus seorang ibu. Maka makna kata-kata itulah yang diambil yang diambil para penasehat dan pendet, menyebut luar biasa kata-kata itu. Pesannya siapa yang bisa memperhatikan dia sebelum menutup mata. Siapa yang akan menutup mata saya ketika saya akan menghadapNya.

Lagu, karangannya yang lain, dinyanyikan di hampir semua pesta-pesta Batak “Gadis Melayu” bagaimana kisah lagu itu?

Sebenarnya, lagu itu katanya kurang sopan, karena di lagu itu ada “Inangbao” tetapi. Nah itu hanya lagu hiburan Gadis Melayu. Saya dari Pekanbaru identik dengan Melayu jadi karena kebetulan saya suka senam diidentikanlah saya Gadis Melayu. Kalau olahraga kalau tidak pakai musik saya tidak akan keringat, senam selalu dengan music, goyang-goyang.

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − six =