Esra Manurung; Membangun Pondasi Revolusi Mental Dari Dalam Keluarga

Kemenangan keluarga

Kemenangan adalah bentuk nyata cita-cita. Kuatnya panggilan untuk mengedukasi banyak orang, membawa Esra terpanggil mendirikan yayasan Suara Kemenangan. Organisasi ini bukan sekadar mengajak orang menjadi pemimpin yang baik, tapi membuat orang bisa bermanfaat bagi orang lain. Organisasi yang berdiri Desember 2015 ini telah mengadakan berbagai seminar kepemimpinan. Pada ruang ini dia percaya bisa dijadikan lahan belajar tanpa harus jauh-jauh ke luar negeri. Selain itu, Esra juga menginginkan agar Suara Kemenangan tak menjadi organisasi yang mengejar profit semata. “Pemimpin harus jujur mengakui bahwa kepemimpinan adalah hal penting, agar bisa membentuk diri dan lingkungan menjadi lebih baik. Hidup kita harus berubah supaya bisa membantu orang lain juga. Makanya, namanya Suara Kemenangan. Orang-orang yang melakukannya pasti ingin menang. Kita menginginkan orang-orang menang juga,” katanya.

Selain itu, berkaca pada pengalamannya hidup yang penat, sukses diraihnya dengan berliku, dia melihat bahwa sukses hidup dimulai di dalam rumah, dalam keluarga. “Kesuksesan diawali dari rumah. Rumah itu bisa diartikan sebagai diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.” Itulah quote yang menjadi pedoman perempuan karir yang mulai meniti karir di dunia perbankan, kemudian memutuskan keluar oleh karena tak menemukan passionnya. “Passion saya jadi pembicara internasional. Jembatannya dengan asuransi.”

Sebagai wujud cintanya untuk mentransformasi keluarga Indonesia, Esra beberapa waktu lalu dengan Suara Kemenangan menghadirkan pembicara internasional; John C Maxwell. “Perhelatan untuk mengubah pola pikir menuju ke arah positif penting dilakukan setiap orang dari level tertinggi hingga terendah. Tujuannya, dengan adanya perubahan tersebut bisa membuat setiap orang berubah menjadi lebih baik. Karena itu, mengubah pola pikir tersebut jadi jargon pemerintahan Jokowi lewat slogan revolusi mental,” ujar Esra. Mengapa harus mengundang John C Maxwell? John C Maxwell dikenal sebagai pembicara dan penulis buku best selling peringkat pertama menurut New York Times dengan telah menjual lebih dari 25 juta buku ke seluruh dunia. Pada 2014, John pun dinobatkan sebagai pakar leadership paling berpengaruh versi Business Insider Magazine.

Bahkan, ke depan dia bersama timnya di Suara Kemanangan hendak merencanakan mengudang banyak pembicara internasional, seperti sukses Nick Vujicic penyandang disabilitas yang sangat inspiratif itu. “Dengan menghadirkan pembicara terbaik di dunia ini diharapkan bisa menyegarkan dan mengubah cara pandang. Itu tentu merubah cara kepemimpinan sehingga dapat mencetak pimpinan yang berkualitas di dalam keluarga,” ujarnya setelah sukses menyelenggarakan perhelatan itu di Jakarta beberapa waktu lalu.

Proses perubahan itu, lanjut Esra, bisa dimulai dari rumah, sehingga nanti akan terbangun lembaga yang kuat, demikian pula dampaknya bisa dirasakan buat perusahaan. Esra menyebut, guna membantu perubahan tersebut, selain mengadakan seminar-seminar dengan pembicara terbaik di bidangnya baik dari luar negeri maupun dalam negeri pun akan bekerja sama dengan lembaga lain untuk mengkampanyekan kesadaran untuk perubahan, revolusi mental.

Menurut Esra, jikalau bangsa ini ingin maju, berbudi pekerti, ramah, dan berjiwa bergotong-royong. Karakter tersebut didapat terutama dukungan dari unit terkecil yaitu; keluarga. “Kita mendukung visi pemerintah terhadap revolusi mental sebagai bentuk proses transformasi, pembentukan karakter bangsa melalui pembangunan keluarga. Di dalam revolusi mental ditegaskan bahwa karakter dan kesejahteraan bangsa dapat tercipta diawali dari lingkup masyarakat terkecil yaitu keluarga. Jika setiap keluarga memiliki peran besar dalam proses pembentukan karakter setiap individu niscaya bangsa ini sejahtera,” ujar Esra.

Hojot Marluga

Hojot Marluga

Belajar Filosofi Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 + 5 =